Menurut Kantor Berita ABNA, memenuhi tuntutan demonstran ribuan rakyat Bahrain yang meminta rezim Ali Khalifah untuk membebaskan tahanan politik, pihak penguasa Bahrain membebaskan sejumlah tahanan diantaranya, Sekjen Partai Aksi Umat Islam (AMAL) Syaikh Muhammad Ali Mahfudz pada sabtu (30/4), setelah sebelumnya dipenjara selama lima tahun.
Pasca penangkapan lima tahun lalu, Pengadilan Bahrain menjatuhkan vonis pada ulama Syiah kharismatik tersebut hukuman penjara 10 tahun. Namun terdesak oleh gelombang demonstrasi, pihak pengadilan memutuskan mengakhiri masa tahanan dan membebaskan sejumlah aktivis politik Bahrain.
Syaikh Mahfudz dipenjara dengan tuduhan memprovokasi massa untuk menentang pemerintah dan membuat kekacauan. Demonstrasi anti rezim Ali Khalifah telah dimulai di Bahrain sejak pertengahan Februari tahun 2011, dan masih terus berlanjut sampai saat ini. Rakyat Bahrain menuntut agar Ali Khalifah mengakhiri kekuasaan dan menghendaki reformasi pemerintahan terjadi di Bahrain. Ratusan pihak demonstran telah gugur termasuk luka-luka oleh aksi pihak keamanan yang menghadapi demonstran dengan kekerasan begitupun sejumlah aktivis lainnya mendekam di penjara rezim.
Bahrain adalah diantara sekutu utama Amerika Serikat di Timur Tengah. Bahrain juga menjadi pangkalan militer AS yang bertugas menjamin kepentingan-kepentingan AS di wilayah kawasan tetap terjaga.
Berikut suasana kegembiraan keluarga dan pendukung Syaikh Mahfudz pasca pembebasannya dari penjara:



